IKAN SALAI
Friday, March 27th, 2009 
Ikan Salai
Ikan Salai adalah ikan basah yang masih segar lalu dikeringkan melalui proses penyalaian (pengasapan) yang dilakukan selama lebih kurang dua hari (two days). Proses pembuatan ikan salai ini merupakan salah satu cara tradisional yang dilakukan masyarakat di Riau pada umumnya dan Kabupaten Pelalawan Khususnya untuk mengawetkan ikan hasil tangkapan mereka. Dengan proses penyalaian, selain ikan lebih tahan lama untuk disimpan, rasa ikan juga lebih nikmatĀ dan tidak mengurangi protein yang ada pada ikan tersebut. Bagi masyarakat Pelalawan, tradisi penyalaian ikan ini sudah dilakukan sejak ratusan tahun yang lalu. Proses pembuatan ikan salai yang kita lakukan ini tanpa menggunakan bahan kimia (pengawet) dna pewarna dan proses pengerjaannya kita lakukan dengan higienis dan professional agar kualitas yang kita hasilkan lebih terjamin.
Bermacam-macam Menu Ikan Salai
Ikan Salai merupakan salah satu menu makanan yang cukup terkenal terutama bagi masyarakat Riau (rumpun melayu) yang tinggal di sepanjang sungai-sungai besar yang ada di Riau. Hanya saja salai yang sudah ratusan tahun mengisi kuliner masyarakat Riau ini belum begitu terkenal luas bagi masyarakat Indonesia sendiri. Ikan Salai ini sebenarnya sama saja fungsinya dengan ikan teri dalam dunia kuliner, dia bias dimasak sendiri (tunggal) dan dapat dijadikan campuran pada masakan lainnya, jika sayuran yang dicampur dengan salai bukan saja menyebabkan makanan/sayuran menjadi lebih enak, tetapi juga akan menimbulkan aroma lebih harum karena aroma ikan salai ini harum jika dimasak. Para ahli kuliner (cheff/ahli memasak) malahan sangat mungkin membuat kreasi masakan baru dengan bahan ikan salai ini. Beberapa kreasi yang cukup dikenal diantaranya : Sambal Salai, Asam Pedas Salai, Nasi Goreng Salai, Mie Goreng / Kuah Salai, Bubur Salai, Sayur Salai, Gulai Salai. (lihat Foto).

























